Rabu, 11 November 2015

Cara Merawat Kelinci


Tips and trik bagaimana membeli dan merawat kelinci supaya bisa hidup sehat sejahtera bagi kalian para pemula.
1. Tempat beli
Hal pertama yang kalian perhatikan adalah tempat pembelian biasanya kelinci dijajakan di pinggir jalan. Karena begitu banyak yang kepanasan dan dehidrasi terlebih bagi kelinci yang masih kecil, seharusnya membeli kelinci di tempat yang terpercaya semisal petshopJika membeli di pinggir jalan ada tips yang harus diperhatikan
lihat penampilanya dari mata, telinga dan bulu matanya sayu menandakan ia sakit, telinga yang selalu lesu juga menandakan ada masalah, bulunya kotor (sudah lama dipajang dan kurang laku) atau jika di pegang rontok pertanda sakit.
Selain penampilan fisik kalian juga harus jeli lihat tingkah lakunya sebaiknya pilih kelinci yang terlihat aktif jangan Cuma lihat warnanya kalau diam saja di pojok bisa jadi sedang sakit dan kalau diam dengan kaki belakang tidak melipat di bawah perut (selonjoran) ia bisa jadi diare atau dalam kasus yang sering terjadi ia kena heat attack aka kepanasan. Selalu membeli kelinci yang tengah berusia 5 bulan lebih agar tidak mudah mati karena di bawah lima bulan seharusnya tidak boleh dijual maseh menyusu.
Tahu jenis kelinci  apa yang beli, ingat kelinci itu banyak jenisnya ketika membeli jangan lupa tanyakan bagaimana perawatanya atau perlukah hal-hal khusus bagi kelinci yang dibeli. Sebab membeli kelinci angora sudah pasti membutuhkan perawatan yang beda dengan kelinci biasa (dutch).

2. Menyiapkan kandang, pastikan luas kandang sesuai dengan besar dan banyak kelinci .jangan sampai kesempitan atau berdesak-desakan, jika pulang membawa kendaraan pribadi seperti mobil jangan lupa nyalakan AC membawa kelinci dengan selain mobil untuk jarak jauh sangat beresiko tinggi.
3. Ketika Dirumah
Sesampai di rumah lepaskan si kelinci di ruang terbuka di sarankan halaman belakang jika tak ada di dalam ruangan juga bisa, karena kandang dari tempat pembelian biasanya sangat sempit (agar mudah di bawa pulang). Dan memberi minum siapa bilang kelinci ngak boleh dikaseh minum? hanya kelinci 5 bulan kebawah yang tidak boleh dikaseh minum karena ususnya belum kuat, di pajang dan perjalanan membuat mereka dehidrasi.
4. Kandang
Begitu dirumah jangan sekali-kali memakai kandang yang sempit untuk tempat permanennya selain kecil juga tidak sesuai. ada dua pilihan kandang, outdoor dan indoor jika jumlah kelinci yang dibeli sedikit disarankan kandang indoor seperti kandang anjing atau kucing kalau banyak terpaksa membuat kandang kelinci diluar.
Pemilihan kandang juga dilihat dari jenis kalau kalian beli kelinci angora lebih baik kandang indoor karena kebersihannya lebih terjamin sehingga bulunya tidak menggumpal selain itu suhu di dalam rumah juga tidak setinggi diluar, kalau jenisnya besar seperti fleming atau rex di sarankan membuat kandang yang besar pula diluar rumah agar ia leluasa bergerak.
Kandang indoor sesuai untuk satu atau dua ekor saja/kelinci hias yang mahal agar mudah membersihkan kotorannya dan perlu di ketahui kencing kelinci condong berbau menyengat jadi jangan menyimpan lebih dari dua ekor dalam rumah. Pemilihan kandang indoor juga karena lebih aman terlebih jika jenis kelincinya mahal kalau dilepas bisa diambil orang atau dimakan kucing.
Tips agar kelinci anda ngak pup dan pipis sembarangan di dalam rumah caranya si kelinci dikurung dalam kandangnya seminggu jangan lupa harus nyaman di dalam sediakan jerami atau sobekan Koran, jangan pernah menaruh makanan diluar kandangnya taruh didalamnya karena ia akan mengira kandang itu sebagai sarangnya. Sehingga sekalipun anda lepas dalam rumah jika ingin makan dan pipis serta pup si kelinci hanya akan melakukan didalam kandangnya, ingat kelinci akan sering pup dan pipis tak lama setelah makan.
Untuk kandang diluar disarankan anda membeli buku-buku tentang ternak kelinci ataupun dapat di download dari internet tentang bagaimana membuat kandang kelinci, satu hal yang perlu di ingat jangan pernah membuat kandang outdoor yang beralaskan langsung tanah, kenapa?karena akan mengundang banyak penyakit dan kelinci pun akan kabur karena kelinci gemar membuat liang dan lorong di tanah. Jangan pula di beri alas kawat banyak orang yang salah kaprah memberi alas kawat bolong agar kotorannya mudah jatuh ketanah, kaki kelinci yang lembut tidak didesain untuk berjalan di atas kawat ia akan banyak berdiam diri karena sakit kakinya, yang baik adalah kayu atau bamboo tapi di beri jarak sedikit agar pipis dan pupnya bisa jatuh ke bawah jangan pula terlalu lebar nanti kakinya kejepit
5. Makanan
Kelinci makan apa seh? Sayuran itu pasti tapi ingat bukan sayuran segar banyak orang yang mengira baik jika memberi kelinci sayuran segar salah besar!!!kenapa karena kandungan air didalam sayur segar sangat banyak ini bisa membuat kelinci mencret dan mati. Cara yang benar kalian membeli sayuran apapun itu ditukang sayur pagi hari lalu semuanya di jemur diatas genting (atau diatas seng/besi biar cepat layu) sampai layu sedikit berwarna kekuningan, pas sore hari baru kalian kasih karena kadar airnya pasti sudah menurun ingat beri makan kelinci dari sore mulai jam 6 sampai malam biar mirip lingkungan asli mereka jadi pagi sampai siang lepaskan mereka sore sampai malam biarkan mereka makan didalam kandang. Cara ini juga agar anda mudah membersihkan kandang dan kotorannya.
Selain sayuran ada juga pakan kelinci yang lain misalkan anda tidak punya waktu untuk menjemur sayur, anda bisa beli pelet ikan paling banter 10ribu itu juga dah banyak loh ada pula pelet khusus kelinci yang banyak tersedia di supermarket atau petshop tapi harganya mahal sekitar 30ribu.
Nah mudahkan tips and triknya selain 5 hal diatas dalam memelihara kelinci ataupun binatang lainnya hal terpenting adalah komitmen, jangan sampai kalian giat di awal tapi malas di akhir karena pet ia a part of family tips ini manjur terbukti dari kelinci-kelinci saya yang sudah satu tahun lebih umurnya (sekalipun beli dipinggir jalan) binatang yang dipelihara dengan baik dan benar dalam kurungan mempunyai waktu hidup yang lebih panjang ketimbang di alam.
Kelinci juga bukan binatang bodoh ia akan mempelajari kebiasaan lingkungannya
PERAWATAN
Sistem Pencernaan Kelinci.
Gambar ini bukan untuk mengukur, tetapi cukup mirip untuk menjelaskan pada anda seperti apa system pencernaan kelinci. Kelinci makan dan mengunyah makanannya sekitar 300 kali dan “memutar’ makanannya ke kedua sisi rongga mulut, dan makanan turun ke esophagus  (kerongkongan). Makanan masuk ke lambung, tetapi reaksi sebenarnya bukan disana. Lambung menyimpan makanan dan isinya disterilisasi dan dipindahkan ke usus halus.
Di usus halus, 90% protein, karbohidrat dan gula diserap dari makanan.  Kemudian bahan-bahan berserat yang tidak dicerna bergerak dan diseleksi. Serat bergerak ke colon (usus besar) dan membentuk tinja yang keras. Sisa makanan yang siap untuk dicerna bergerak ke caecum yang lebih besar dari lambung. Tinja keras yang melewati caecum digerakkan ke colon dalam gerakan memutar dan membentuk bola-bola bulat dan keras (lihat gambar di bawah)

Ada 2 kelenjar bau di kedua sisi di samping anus. Bau -bauan ini disimpan pada tinja keras saat tinja tersebut melewati anus. Karena itu, kelinci menggunakan tinja ini untuk menandai daerah kekuasaannya di setiap sudut ruang keluarga anda!
Caecum adalah sebuah organ rumit yang mencerna kembali makanan. Caecum  merupakan batas antara usus halus dan usus besar. Caecum berisi enzim-enzim dan bakteri pemecah makanan. Setiap 3-8 jam sehari caecum berkontraksi dan mendorong bahan-bahan tersebut kembali ke colon dimana bahan-bahan tsb dibungkus oleh sejenis lendir, kemudian keluar melewati anus (bentuknya seperti setangkai buah anggur berwarna coklat, tapi ukurannya jauh lebih kecil) dan si kelinci langsung memakan “cecothropes” ini . Yuck! (lihat cecothropes pada gambar di bawah, sebelah kiri). Untungnya, hal ini biasanya terjadi pada malam hari. Si kelinci mencerna kembali cecothropes untuk mendapatkan lebih banyak nutrisi. Ini adalah bagian yang sangat penting dari proses pencernaan agar kelinci anda tetap sehat!
Organ Pencernaan Kelinci. 
Kelinci memiliki sistem pencernaan yang amat rumit, dan mereka tidak dapat mencerna semua makanan dengan cara yang sama baiknya. Sebagai contoh, mereka dapat mencerna fruktosa (zat gula pada buah-buahan) dengan sangat baik, namun kemampuan untuk mencerna gula jenis lain sangat rendah. Karenanya permen dan kue-kue manis dapat membuat kelinci menjadi sangat sakit. Hal ini disebabkan karena gula dan zat-zat makanan yang tidak dapat dicerna oleh usus halus kelinci akan menumpuk di cecum, dan memancing bertambahnya bakteri produsen racun yang menyebabkan banyak penyakit pada kelinci.
Kelinci dewasa menyerap protein (sampai 90%) di usus halus mereka, namun tergantung pada sumbernya. Protein dari alfalfa, sebagai contohnya, tidak dapat dicerna oleh kelinci. Kelinci sangat payah dalam hal mencerna selulosa (Fraga 1990) hal ini merupakan paradoks bagi hewan pemakan tumbuhan. Daya cerna yang lemah terhadap serat dan kecepatan pencernaan kelinci untuk menyingkirkan semua partikel yang sulit dicerna menyebabkan kelinci membutuhkan jumlah makanan yang besar (Sakaguchi 1992)
Proses pencernaan dimulai di mulut, dimana makanan akan diremukkan oleh gigi. Ketika seekor kelinci makan, ia akan mengunyah kira-kira 300 kali dan mencampurkannya dengan liurnya. Ketika makanan sudah terasa halus, kelinci akan menelan makanan melewati kerongkongan dan makanan akan berpindah ke lambung, disana kontraksi otot akan meremas dan memutar makanan, memisahkan partikel-partikel dan mencampurkan mereka dengan cairan lambung. Namun fungsi utama lambung sendiri sebagai organ penyimpanan dan sterilisasi sebelum makanan dipindah ke usus halus.
Bagian penting dari pencernaan baru akan dimulai di usus halus, dimana asam lambung dineutralisir dan enzim-enzim dari hati dan pankreas dicampur dengan makanan. Enzim ini penting untuk mencerna dan menyerap karbohidrat, protein, lemak dan vitamin. Kemudian 90% fruktosa, protein, dan sari-sari makanan lain akan diserap, namun selulosa dan serat lain yang tidak dapat dicerna dengan baik (termasuk kulit pohon yang sering digerogoti kelinci maupun serat yang ada di pellet mereka) akan disingkirkan.
Mungkin anda berpikir, partikel yang besar akan tersangkut dalam organ pencernaan sedangkan yang kecil akan keluar dengan mudah? Tidak. Justru sebaliknya. Partikel-partikel tidak tercerna yang kecil-kecil serta jenis makanan lain yang terdeteksi sebagai tidak dapat dicerna, akan dikirim ke cecum untuk difermentasi, namun partikel besar akan dengan cepat dibuang ke usus besar dan dikeluarkan oleh tubuh dalam bentuk kotoran yang bundar-bundar.
Dalam cecum, bakteri akan mencerna selulosa, hampir semua jenis gula, sari-sari makanan dan protein berlebih yang tidak tercerna di usus halus. Setiap 3 sampai 8 jam cecum akan berkontraksi dan memaksa material yang ada di dalamnya untuk kembali ke usus besar, dimana sisa-sisa tersebut akan dilapisi oleh lendir, dan berpindah ke anus. Sisa-sisa ini akan menjadi kotoran yang berbentuk seperti anggur hitam kecil-kecil yang disebut “cecothropes” atau “cecal pills”. Untungnya, proses ini lebih sering terjadi dimalam hari. Kelinci biasanya akan memakan cecothropesnya kembali langsung dari anus untuk mencerna kembali sari-sari makanan yang tidak tercerna tadi dan menerima nutrisi yang lebih banyak. Meski terlihat sangat menjijikan, proses ini sangat penting bagi pencernaan kelinci dan menjaga agar kelincimu tetap sehat!
Sedangkan partikel-partikel besar dari serat yang tidak tercerna yang dibuang ke usus besar akan membentuk kotoran keras berbentuk bundar (fecal pills). Cecal pills berbentuk anggur dan sedikit basah karena terbentuk dari sisa-sisa makanan dan partikel serat kecil. Fecal pillsberbentuk bulat dan keras karena terbentuk dari serat kasar dan dibuang secara melingkar. Maka, ketika fecal pills ini terlihat lembek (apalagi berair) hal itu dapat berarti terdapat kondisi tidak normal dalam pencernaan kelincimu.
Created by : Skitty
Sumber :
  • Fraga, M. 1990. Effect of type of fibre on the rate of passage and on the contribution of soft feces to nutrient intake of finishing rabbits. Journal of Animal Science 69:1566-74.
  • Sakaguchi, E. 1992. Fibre digestion and digesta retention from different physical forms of the feed in the rabbit. Comparative Biochemistry and Physiology 102A, no. 3: 559-63.
  • Cheeke, P. R. 1987. Digestive Physiology. Pp 20-32 in Rabbit Feeding and
  • Nutrition. Orlando, FL: Academic Press
  • http://www.rabbit.org/journal/
  • http://www.hopperhome.com
  • http://www.carrotcafe.com
MAKANAN KELINCI
Sedapat mungkin kita memberikan pakan kepada kelinci seperti halnya pada kondisi di alam habitanya yaitu; hijauan (tidak mengandung getah), biji-bijian (jagung, kedelai, dan kacang tanah), umbi-umbian (wortel dan ubi jalar), rumput (bahan serat) dan daun-daunan (daun brokoli, daun wortel, labu dan sebagainya). Namun tidak semua jenis yang tersebutkan sebelumnya baik untuk kelinci; misalnya kubis, sawi, dan kangkung karena jika diberikan berlebihan dapat menyebabkan diare, gas, kembung dan bahkan kematian. Termasuk hijauan yang mengandung getah tidak disarankan diberikan kepada kelinci. Sehingga beberapa hijauan seperti daun pepaya maupun daun pisang dapat diberikan tetapi dalam keadaan sudah dilayukan. Selain jenis makanan tersebut ada alternatif untuk kepraktisan yaitu pelet, tentunya yang mengandung nutrisi dan konsentrat yang seimbang.
Sebagai bahan referensi, untuk di peternakan kami pola makan kelinci adalah sebagai berikut: pukul 7 pagi biasa kami berikan campuran jagung halus, konsentrat, mineral, dan katul. Pada siangnya kami berikan “buahnya” yaitu wortel atau kacang panjang, sedangkan pada sore hari sekitar pukul 4 atau 5 sore kami beri rumput kering serta sedikit porsi dari makan pagi.
 RUMPUT.
Rumput adalah bagian yang paling penting dari makanan kelinci. Anda juga bisa memberikan Timothy Hay (rumput kering jenis Timothy, banyak dijual di pet shop terkemuka). Namun, jika tidak ada Timothy hay, rumput yang biasa tumbuh di pekarangan rumah pun bisa diberikan untuk kelinci, selama tidak mengandung obat-obatan atau pestisida.
Rumput sangat penting untuk memenuhi kebutuhan serat kelinci, sehingga mencegah terjadinya penyumbatan di saluran cerna. Rumput juga sehat untuk pertumbuhan gigi kelinci karena  harus dikunyah. Gigi kelinci tumbuh terus menerus, dan mengunyah akan menjaga gigi tetap tajam sehingga pertumbuhan gigi tidak terlalu cepat. Pertumbuhan gigi kelinci yang terlalu cepat akan membuat kelinci merasa tidak nyaman saat makan, bahkan bisa menimbulkan luka dan infeksi di rongga mulut. Selain itu, rumput juga dapat membuat kelinci merasa kenyang sehingga dia tidak menggigit-gigit barang-barang yang ada di dekatnya, misalnya kabel computer, kaki meja, dll. Berikan rumput sebanyak mungkin (tidak terbatas), tetapi sesuaikan agar rumput habis dalam waktu 1-2 hari. Taruh rumput di kotak pasir dan ganti setiap 1-2 hari sekali. Kelinci suka buang air sambil mengunyah. Kelinci dapat diberikan rumput segera setelah disapih induknya.
SAYUR-SAYURAN. 
Sayur-sayuran menyediakan lebih banyak nutrisi dan air untuk kelinci anda. Tetapi, ingatlah bahwa beberapa jenis sayuran dapat membuat tinja kelinci lebih lunak, bahkan mebuat kelinci diare. Karena itu, cobalah memberikan jenis sayuran baru sedikit saja, dan tambahkan porsinya jika tidak terjadi apapun pada kelinci anda. Selain itu, pastikan untuk mencuci sayur-sayuran tersebut sebelum diberikan pada kelinci dan sisakan sedikit air (jangan dikeringkan) untuk kelinci anda. Berikan kelinci anda bermacam-macam jenis sayuran (2-3 macam setiap hari). Kelinci memiliki jumlah ujung saraf perasa yang jauh lebih banyak dari manusia dan seperti manusia, kelinci juga menikmati makanannya. Selada dapat diberikan, tetapi hanya varietas yang berdaun hijau tua yang mengandung cukup nutrisi. Hindari selada bonggol dan salad dressing!
Di bawah ini adalah jenis-jenis sayuran yang boleh diberikan untuk kelincianda , dan kandungan kalsiumnya per cangkir sayuran (makin rendah kadar kalsiumnya, makin baik) :
  1. Daun bit                      (46 mg)
  2. Brokoli                        (42 mg)
  3. Wortel dan daunnya    (30 mg)
  4. Daun lobak                 (105 mg)
  5. Selada air                    (40 mg)
  6. Daun dandelion           (103 mg)
  7. Daun kubis                   (94 mg)
  8. Selada romaine             (20 mg)
  9. Selada bokor                (38 mg)
  10. Daun mustard               (58 mg)
  11. Peterseli & seledri        (78 mg)
  12. Daun paprika                  (6 mg)
  13. Radijs dan daunnya        (28 mg)
  14. Daun ketumbar
  15. Daun chicory                 (180 mg)
  16. Daun kacang-kacangan (kedelai, kacang merah, kacang tanah, kacang panjang)
  17. Daun jagung dan daun pembungkus jagung
  18. Daun ubi jalar dan umbinya
  19. Daun petai
  20. Kangkung (sedikit saja)
  21. Daun dan tangkai apel
  22. Tomat (sedikit saja)
Kelinci juga suka rempah-rempah seperti daun mint, kemangi, rosemary, daun adas, dll dalam jumlah kecil.
Yang tidak boleh diberikan untuk kelinci:
  1. Kacang-kacangan  — semua jenis kacang-kacangan tidak boleh diberikan untuk kelinci. Selain itu,  acang-kacangan yang telah dikeringkan bisa menyumbat saluran pencernaan.
  2. Bit
  3. Kol (bisa membuat kembung)
  4. Daun /biji/tanaman kopi dan teh
  5. Jagung (2x seminggu masih diperbolehkan, tetapi jangan tiap hari karena bisa menyebabkan diare). Jagung kering juga dapat menyumbat saluran cerna.
  6. Kacang hijau
  7. Bawang (bawang merah, bawang Bombay, bawang putih)
  8. Kacang tanah, kenari, macadamia, dll
  9. Kacang polong (kacang polong kering dapat menyumbat saluran cerna)
  10. Rebung
  11. Bayam (mengandung kadar kalsium oksalat yang tinggi)
  12. Sayuran yang dicampur dalam bungkusan (banyak yang mengandung bayam)
  13. Sawi (segala jenis sawi: sawi hijau, sawi putih, dll)
  14. Kentang
  15. Terong
  16. Daun tomat
BUAH-BUAHAN.
Buah-buahan adalah cemilan yang paling baik untuk kelinci, dan di bawah ini adalah daftar buah-buahan yang aman dikonsumsi oleh kelinci. Hindari cemilan manusia seperti sereal, kacang-kacangan, roti (roti panggang tanpa mentega/toast sangat baik untuk kelinci), cokelat dan biji-bijian seperti crackers, pasta atau “rabbit treat” yang mengandung kadar biji-bijian, jagung dan gula yang tinggi yang banyak dijual di pet shop.
Buah-buahan yang berserat tinggi sangat baik, dan sebaiknya diberikan dalam potongan-potongan kecil sebagai cemilan.  Tingginya kadar gula dapat mengganggu keseimbangan mikroorganisme di caecum, jadi cobalah berikan buah-buahan yang disebut dibawah ini dalam jumlah yang terbatas:
  1. Apel (jangan berikan bijinya-bijinya beracun)
  2. Pear
  3. Kesemek (peach)
  4. Papaya
  5. Strowberi
  6. Raspberi
  7. Pisang
  8. Anggur (singkirkan bijinya)
  9. Nanas
  10. Coba berikan tangkai apel sebagai bahan kunyahan kelinci… kelinci suka mengunyah dan tangkai apel aman. Banyak kayu beracun untuk kelinci, jadi berhati-hatilah!
PELET KELINCI. 
Pellet adalah butiran-butiran penuh nutrisi untuk memberi makan dengan mudah dan mempercepat pertumbuhan. Pellet sebenarnya dibuat untuk kelinci yang diproduksi secara komersil (diambil daging, bulu, atau untuk laboratorium), dan bukan untuk kelinci peliharaan. Mengapa pellet tidak dianjurkan? Pellet mengandung kalori yang tinggi — kelinci anda dapat menjadi gemuk. Kelinci akan lebih suka memakan pellet (karena lebih mudah dikunyah dan rasanya enak) daripada rumput, yang dapat memperlambat proses pencernaan dan menimbulkan penyakit saluran cerna. Pellet tidak memberikan kunyahan yang cukup, dan tidak baik untuk pertumbuhan gigi kelinci. Kelinci hanya memerlukan beberapa kali kunyahan untuk menghancurkan pellet. Konsistensi pellet yang kering tidak menyediakan cukup cairan yang sangat penting untuk kesehatan ginjal kelinci. Saat ini, telah diproduksi pellet yang bermutu baik; pellet yang terbuat dari rumput Timothy jauh lebih baik daripada pellet yang terbuat dari rumput Alfalfa, karena rumput alfalfa memiliki kalori yang tinggi. Pellet tidak boleh menjadi makanan utama bagi kelinci peliharaan. Pellet tidak boleh diberikan terus-menerus! Pellet dapat diberikan untuk kelinci yang sedang dalam masa penyembuhan yang harus menambah berat badannya. Pellet yang terbuat dari rumput alfalfa boleh diberikan pada masa ini. Pellet tidak boleh diberikan bersamaan dengan cemilan, kecuali jika anda sedang membujuk kelinci anda untuk makan; tetapi coba berikan juga sayur-sayuran dan rumput.
AIR. 
Kelinci membutuhkan banyak air bersih agar tetap sehat. Ada mitos yang beredar bahwa kelinci tidak membutuhkan air, tapi mitos ini salah besar. Kelinci rumahan memerlukan air. Mangkuk berdasar tebal atau botol minum kelinci (dapat dibeli di pet shop dan swalayan besar) dapat digunakan untuk tempat minum kelinci. Pilihlah mangkuk yang tidak mudah dijatuhkan oleh kelinci. Ganti air setiap 1-2 kali sehari. Kelinci yang memakan sayuran segar yang telah dibilas terlebih dahulu akan minum lebih sedikit, tetapi jangan pernah menyingkirkan air dari kelinci anda. Air bersih harus tersedia setiap saat. Air seni kelinci dapat berubah warna, tergantung pada makanan yang dimakannya dan pigmen pada tanaman tersebut. Warna kuning sampai kemerahan dapat ditemukan pada air seni. Air seni yang berwarna putih dapat disebabkan karena kelebihan kalsium.
CEMILAN KELINCI. 
Cemilan kelinci dapat berupa buah – buahan (segar maupun kering), umbi – umbian (wortel, ubi jalar, radijs) dan cemilan buatan pabrik yang dapat dibeli di petshop.
(http://indorabitfans.tripod.com)
PENCEGAHAN PENYAKIT
  • Pemilihan bibit yang baik adalah sangat diperlukan jika Anda ingin memeliharanya untuk diternak-kan. Daya tahan tubuh yang tinggi, umur yang panjang dan produktivitas yang tinggi merupakan faktor penentu keberhasilan.
  • Hindari memelihara kelinci dalam jumlah yang besar dan lingkungan yang kecil/sempit.
  • Berilah ventilasi yang cukup untuk setiap kandang kelinci. Bentuk kandang yang tertutup dengan alas kawat akan mengakibatkan ventilasi udara mengalir dari bawah keatas dan jenis ventilasi seperti ini adalah tidak disukai kelinci.
  • Sesekali, bawalah kelinci Anda untuk menikmati sinar matahari pada saat hari tidak terlalu panas.
  • Jagalah selalu kandang kelinci Anda bersih dan tetap kering, perhatikan kebersihan tempat makan dan minumnya, hal ini dapat mencegah dan meminimalisir penyebaran kuman penyakit.
  • Selalu isolasi beberapa minggu untuk kelinci-kelinci yang baru anda dapatkan dari manapun jika ingin dikumpulkan dengan peliharaan anda yang lain.
  • Selalu isolasi kelinci yang dicurigai terkena infeksi penyakit, jika Anda senang merawat peliharaan anda maka selalu dahulukan merawat kelinci yang sehat dan rawatlah kelinci yang sakit pada proses terakhir.
  • Lindungilah kelinci Anda dari lingkungan yang dapat membuat kelinci terganggu (misal daerah yang bising, berasap, perubahan temperature yagn ekstrim jika dipelihara diruang terbuka, dll), hewan-hewan pengganggu/pencari mangsa (kucing, tikus, anjing, musang, dll). Faktor-faktor ini dapat membuat kelinci anda stress.
  • Biarkan kelinci Anda dapat menikmati masa istirahatnya sesuai dengan siklus hidupnya. Kelinci memeliki ke-aktifannya pada masa menjelang subuh dan sore hari.

0 komentar:

Posting Komentar