Rabu, 11 November 2015

DAGING KELINCI : Rendah lemak, Rendah kolesterol.
Daging kelinci sebagai alternatif pengobatan untuk beberapa jenis penyakit cukup menggembirakan, mengingat kemudahan dan kelezatannya sudah mulai memasyarakat.
PENGOBATAN UNTUK SERANGAN ASMA.
Suatu serangan asma harus mendapatkan pengobatan sesegera mungkin untuk membuka saluran pernafasan. Obat yang digunakan untuk mencegah juga digunakan untuk mengobati asma, tetapi dalam dosis yang lebih tinggi atau dalam bentuk yang berbeda.
Agonis reseptor beta-adrenergik digunakan dalam bentuk inhaler (obat hirup) atau sebagai nebulizer (untuk sesak nafas yang sangat berat).
Nebulizer mengarahkan udara atau oksigen dibawah tekanan melalui suatu larutan obat, sehingga menghasilkan kabut untuk dihirup oleh penderita.
Pengobatan asma juga bisa dilakukan dengan memberikan suntikan epinephrine atau terbutaline di bawah kulit dan aminophylline (sejenis theophylline) melalui infus intravena.
Penderita yang mengalami serangan hebat dan tidak menunjukkan perbaikan terhadap pengobatan lainnya, bisa mendapatkan suntikan corticosteroid, biasanya secara intravena (melalui pembuluh darah).
Selama suatu serangan asma yang berat, dilakukan:
* pemeriksaan kadar oksigen dan karbondioksida dalam darah
* pemeriksaan fungsi paru-paru (biasanya dengan spirometer atau peak flow meter)
* pemeriksaan rontgen dada.
Pemanfaatan daging kelinci ditujukan untuk pengobatan secara jangka panjang, jadi harus dilakukan secara rutin. Daging kelinci mengandung satu zat yang disebut senyawa kitotefin. Senyawa tersebut apabila digabungkan dengan berbagai senyawa lain seperti lemak omega tiga dan sembilan, disinyalir bisa sebagai penyembuh penyakit asma.
Secara teknis, daging penghasil senyawa kitotefin ini berfungsi untuk menstabilkan membran sel mastosit. Asma, yang terjadi lantaran alergi bisa dicegah dengan adanya daging bersenyawa kitotefin itu di dalam tubuh. Sebab daging tersebut merangsang terbentuknya antibodi pada tubuh. Dan apabila antibodi tersebut melekat pada sel mastorit, bisa mencegah pecahnya membran. Pecahnya membran bisa membentuk otot-otot polos saluran napas berkontraksi. Hasilnya, saluran napas menyempit hingga terjadi asma.
Yang perlu diperhatikan mungkin hanya masalah pengolahan daging sebelum dimakan. Sebab kalau sembarangan mengolah bisa mengakibatkan hilangnya kadar kitotefin yang ada. Jadi disarankan tidak mengolah daging dalam kondisi terlalu panas. Suhu yang disarankan untuk memasak daging ini, jangan sampai melebihi 150 derajat Celcius. ( Askep $ Tips Kesehatan )
Manfaat lain daging kelinci :

1. Berfungsi menyembuhkan/meredakan penyakit asma (hati+jantung : lebih bagus dimasak dengan cara direbus saja atau dibakar.)
2. Infeksi tenggorokkan.
3. Antibodi.
4. Liver/Jantung.
5. Kesuburan (bagian kepala atau otaknya).
6. Kolesterol.
7. Keperkasaan pria (penis dan testis). dan berbagai manfaat lainnya…

0 komentar:

Posting Komentar